PPSPI – LPPI Unisnu Jepara Adakan Pembelajaran Inklusi Perpajakan

PPSPI – LPPI Unisnu Jepara Adakan Pembelajaran Inklusi Perpajakan

Unisnu Jepara mengedukasi kesadaran pajak sejak dini melalui kegiatan yang diselenggarakan PPSPI. Pusat Pengembangan Sistem Pendidikan dan Inovasi (PPSPI) Unisnu menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pembelajaran Inklusi Perpajakan” pada hari ini Senin (13/12-2021) secara Luring di Ruang Seminar Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisnu.

Kegiatan Pembelajaran Inklusi Perpajakan diikuti oleh Mahasiswa pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisnu Jepara beserta Ibu Subadriyah, S.E., M.Si. sebagai Dosen Pengampu.

Zainul Arifin sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi (LPPI) menyampaikan Materi perkuliahan tentang perpajakan penting untuk diajarkan dan dipahami oleh mahasiswa dan dosen, baik untuk pajak pendapatan, jasa & barang, termasuk perkembangan perpajakan diera digital. Sehingga pendidikan Inklusi Perpajakan untuk mengetahui pajak dan perkembangannya perlu dimasukkan sebagai materi perkuliahan seperti pada MK Kewirausahaan atau sejenisnya. “Kegiatan ini perlu untuk bekal mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi kegiatan sinergitas antara PPSPI dengan KPP Pratama Kabupaten Jepara yang diharapkan para calon Wajib Pajak mendapatkan Edukasi tentang perpajakan sejak dini sehingga pada saat menjadi Wajib Pajak lebih paham, sadar dan patuh terhadap ketentuan perpajakan yang ada.

Dandy Brassinga, Amd., dan Adri Kusdiyanto, SM., sebagai narasumber sekaligus sebagai Tim Penyuluh Pajak dari KPP Pratama Jepara menyampaikan ada tujuh poin yang melatarbelakangi kegiatan ini. Pertama, tingkat kepatuhan pajak yang masih rendah di Indonesia. Kedua, inklusi pajak relevan dalam sistem self-assessment.Ketiga, inklusi pajak sebagai langkah antisipatif dalam rangka menyambut bonus demografi. Keempat, inklusi pajak bisa jadi solusi jangka panjang dalam menjamin kepatuhan pajak pekerja di sektor nonstandar yang mulai marak dewasa ini. Kelima, edukasi pajak merupakan salah satu dari empat elemen dasar jaminan sistem pajak yang ideal dan memenuhi ekspektasi masyarakat. Keenam, inklusi pajak menstimulus ketertarikan generasi muda Indonesia untuk menjadi sumber daya manusia unggul di bidang pajak. Ketujuh, inklusi pajak menjadi bagian tidak terpisahkan dari momentum reformasi pajak.

Diakhir acara para perserta diminta untuk menjawab pertanyaan tentang materi yang disampaikan oleh narasumber melalui platform quizizz.com. dan memberikan hadiah bagi peserta yang mendapat nilai tertinggi.



LPPI

Komentar