PSGA Unisnu Ajak Guru Ciptakan Sekolah Ramah Anak

PSGA Unisnu Ajak Guru Ciptakan Sekolah Ramah Anak

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) bersama Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi menyelenggarakan workshop Sekolah Ramah Anak. Kegiatan ini penting bagi  pemerhati pendidikan anak untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi anak.

Menurut Rektor Unisnu Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., sekolah ramah anak berarti menciptakan sekolah yang nyaman bagi peserta didik tanpa adanya kekerasan dan sekaligus mampu  menumbuhkan kepekaan orang tua dan guru untuk memenuhi hak perlindungan anak,” ujarnya saat  membuka acara.

Hadir pula dalam acara Kepala LPPI Unisnu Zainul Arifin MA, M.Hum. dan Kepala PSGA Unisnu Santi Andriyani, M.Pd.

Sedangkan  narasumber workshop Andy Hermawan, M.Pd dari Personal Coach Practicioner Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN)  mengungkapkan   3 prinsip penting dalam pendidikan ramah anak, yaitu voice, choice, dan ownership.

“Murid memiliki hak untuk didengarkan perasaannya dan pemikirannya. Juga murid berhak memilih, menentukan, dan memutuskan apa dan bagaimana melakukan sesuatu. Maka libatkan murid berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan di kelas,” jelasnya.

Acara yang dipandu oleh Hamidatur Rohmah, M.Pd. Dosen PGSD Unisnu mengajak para guru di sekolah dasar se Kabupaten Jepara bersama menciptakan sekolah ramah anak. “Mengingat anak adalah generasi bangsa yang perlu kita dukung potensi dirinya tanpa rasa takut,” ujarnya kepada 30 peserta yang hadir (9/3-2022).

Selama workshop, Andi Hermawan mengajak peserta untuk merancang ekosistem belajar ramah anak dan lesson plan yang bersifat kolaboratif mengajak anak terlibat dalam pembelajaran.


LPPI

Komentar