Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah Unisnu Jepara Gelar Program Penguatan Ideologi Melalui Sekolah Aswaja

Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah Unisnu Jepara Gelar Program Penguatan Ideologi Melalui Sekolah Aswaja

Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi (LPPI) Unisnu Jepara melalui Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah (PSAA) Unisnu Jepara melaksanakan kegiatan sekolah Aswaja dengan tema “Aswaja: Tantangan Islam Moderat di Era 5.0”, Bertempat di ruang seminar Pascasarjana Unisnu Jepara, pada Kamis (7/7/22). 

Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi dosen dari seluruh program studi yang ada di Unisnu Jepara. Selain itu, peserta juga datang dari pelbagai organisasi kemasyarakatan, seperti Lakpesdam PCNU Jepara, GP. Ansor Jepara, dan Jaringan Gusdurian Jepara. Tujuan utamanya adalah memperkuat ideologi dan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyyah bagi civitas academica dan kalangan umum. Pula, untuk menjalin sinergi antara kampus Unisnu Jepara dengan perguruan tinggi lain, PCNU Jepara, dan Banomnya.

Kegiatan ini merupakan upaya penguatan, penyebarluasan, dan institusionalisasi Aswaja di kalangan perguruan tinggi, khususnya, dan bagi warga nahdliyyin secara umum. Sekolah Aswaja akan dilaksanakan selama tiga kali pada bulan Juli, yaitu pada hari kamis tanggal 7, 14, dan 21 Juli 2022 dengan menghadirkan narasumber otoritatif dan tema yang beragam. Pada akhir kegiatan, para peserta diharuskan mengirim esai bertemakan ke-aswaja-an, yang nantinya akan dikumpulkan dan menjadi buku Antologi Aswaja sebagai hasil dari program kegiatan.

Kepala LPPI Unisnu Jepara, Drs. Zainul Arifin MA, M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan bahwa luaran dari pada kegiatan Sekolah Aswaja tidak hanya implementasi nilai-nilai Aswaja di Perguruan Tinggi, tetapi juga memunculkan antologi esai Aswaja yang bersumber dari karya tulis peserta dan narasumber. “Luaran kegiatan Sekolah Aswaja ini tidak hanya implementasi nilai-nilai Aswaja saja, tetapi akan memunculkan karya tulis berbentuk buku antologi Aswaja pada akhir pertemuan,” ujarnya.

Ia juga menekankan kepada peserta untuk selalu mengikuti kegiatan Sekolah Aswaja sampai selesai, sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia. “Saya berharap peserta dapat mengikuti kegiatan selama 3 kali di bulan Juli, yakni tanggal 7, 14, dan 21 Juli 2022,” tegasnya.

Rektor Unisnu Jepara, Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., menyampaikan bahwa pembahasan Aswaja itu sesungguhnya merupakan tafsir dan penerjemahan yang bertumpuk-tumpuk karena Aswaja adalah interpretasi dan klaim dari berbagai pihak yang terjadi setelah Rasulullah Saw. wafat. “Awalnya ajaran Islam itu universal, ajaran Islam itu transendental, ajaran Islam itu absolut, ajaran Islam itu normatif. Ketika itu direspons, maka akan berkembang terhadap pola pikir atau paradigma yang asalnya absolut menjadi relatif, itu menunjukan bahwa Agama Islam dalam satu tema keadaan kondisi tertentu, pasti mengisyaratkan perubahan, karena pengalaman yang didapat berbeda,” ujarnya.

Narasumber pada kegiatan sekolah Aswaja berjumlah delapan orang yaitu Dr. Muhammad Shohibul Itmam, MH. (Dosen IAIN Kudus, Lakpesdam PCNU Jepara), dengan tema “Aswaja dan Konstelasi Ideologi Keislaman di Indonesia” . Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc. M.Si (Rektor IAIN Kudus, Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng) tema “Aswaja, Islam Pribumi, dan Fiqh Nusantara”. Dr. Abdullah Hamid, M.Pd. (Founder Dunia Santri Community (DSC)) tema “Santri Milenial, Aswaja, dan Literasi Digital”. Dr. M. Rikza Chamami, M.Si (Lakpesdam PWNU Jawa Tengah) tema “Aswaja, Pesantren, dan Urgensi Tradisi Islam Nusantara”. Ali Romdhoni, MA. (Dosen UNWAHAS Semarang) tema “Sistem Kaderisasi Aswaja dan Tantangan Global Bagi Generasi NU”. Dr. Mayadina Rohmi Mufiroh, MA. (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Unisnu Jepara) tema “Aswaja, Perempuan, dan Peran Publik”. Dr. Abdul Wahab, S.Sos.I., M.S.I. (Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Unisnu Jepara, Wakil Rois Syuriyah MWCNU Kembang Jepara) tema “Aswaja, Moderasi Beragama, dan Keterampilan Dakwah Kontemporer”. Rumail Abbas (Pegiat Media Sosial) tema “Aswaja dan Kontestasi Wacana Islam Moderat di Media Sosial”.



LPPI

Komentar