Pusat Studi Gender dan Anak Unisnu Jepara adakan Bedah Buku Perempuan Bukan Sumber Fitnah

Pusat Studi Gender dan Anak Unisnu Jepara adakan Bedah Buku Perempuan Bukan Sumber Fitnah

Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi (LPPI) melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara mengadakan bedah buku buku Perempuan “Bukan” Sumber Fitnah, Rabu (15/9/2021). Berlangsung di Ruang Seminar, kegiatan bedah buku ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dan kabal youtube Unisnu Jepara.

Buku “Perempuan “Bukan” Sumber Fitnah yang ditulis oleh Dr Faqihuddin Abdul Qodir menyajikan dan menawarkan pembacaan teks yang menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai Hamba Allah dan subjek utama dalam teks-teks keagamaan dengan konsep Mubadalah.

Bedah buku inisiasi dari PSGA dan Afkaruna ini menghadirkan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Mayadina Rohmi Musfiroh, S.H.I., M.A., dan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Abdul Wahab., S.Sos.I, M.S.I. sebagai narasumber. Dr Faqihuddin Abdul Qodir, penulis buku Perempuan “Bukan” Sumber Fitnah hadir dan menyampaikan paparannya secara daring

Rektor Unisnu Jepara Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag., dalam sambutannya mengatakan bahwa “Perempuan dan pria itu sebenarnya mempunyai derajat yang sama, memiliki persamaan mutlak. Barang siapa melakukan kebajikan baik dia pria maupun perempuan sedang dia adalajh manusia beriman akan masuk kedalam surga dan tidak dizolimi sedikitpun” Ujar Rektor Unisnu Jepara menukil surat Annisa.

Faqihuddin Abdul Kodir melalui bukunya berusaha menjelaskan kesalahpahaman tentang narasi perempuan sebagai sumber fitnah yang sering dijadikan dalil oleh masyarakat melalui pendekatan mubadalah dalam menginterpretasikannya.



"Buku ini merupakan implementasi praktis dari langkah-langkah interpretasi teks dengan metode mubadalah. Sehingga diharapkan para pembaca bisa memahami dan menggunakan lebih lanjut terhadap teks-teks yang lain, baik al-Qur'an, Hadist, Fikih, Undang-Undang, atau naskah lain yang hidup dan otoritatif di kalngan masyartakt tertentu." Ungkap Faqihuddin Abdul Kodir dalam pendahuluan.

“Buku ini sangat kontekstual karena hadir dalam situasi dimana sedang terjadi perubahan sosial yang luar biasa, dan berpotensi mengubah cara pandang dalam melihat dunia dan berbagai persoalannya yakni tantangan  indsutri, meningkatnya kesadaran manusia, HAM, kesetaraam Gender, dan interaksi antar agama. buku ini layak dijadikan sebagai panduan”  Ujar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Mayadina Rohmi Musfiroh, S.H.I., M.A.,

Narasumber yang kedua, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Abdul Wahab., S.Sos.I, M.S.I. juga mengatakan pentingnya buku ini untuk bias dinikmati dan dibacas oleh masyarakat luas. “Karya ini penting untuk disampaikan kepada masyarakat, yang mempunyai klasifikasi sebagai penikmat dan pembaca buku, sehingga ide dan gagasan serta nilainya bisa applicable, kalau tidak seperti itu kita hanya akan terus berada di ranah konseptual” Ujar Abdul Wahab., S.Sos.I, M.S.I. yang juga merupakan ketua Lembaga Dakwah PCNU Jepara.

“Harapannya, semoga dari bedah buku ini memberikan insight baru sebagai bahan untuk relasi gender juga relasi antarkeberagaman latar primodial apapun. Dan dari bedah buku ini, PSGA akan menjalin kerjasma dengan civitas akademika dan stakeholder untuk melalukan kajian-kajian responsive gender dan anak.” Ujar Santi Andriyani., S.Pd.I., M.Pd. Kepala bidang Pusat Studi Gender dan Anak.



Admin LPP

Komentar